TOBOALI, CERAPAN.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa bersama untuk keselamatan, ketentraman, dan kedamaian, serta persatuan bangsa dan negara, di kawasan Himpang 5 Habang Toboali, Senin (1/9/2025).
Kegiatan doa bersama ini dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Basel, Ustaz H. Zahirin Sofyan, didampingi empat tokoh lintas agama yakni Kristen, Katolik, Budha, dan Khonghucu, menunjukkan kerukunan serta persatuan masyarakat Basel yang kokoh.
Dalam doa bersama ini dihadiri langsung Bupati Basel Riza Herdavid, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Kapolres Basel AKBP Agus Arif Wijayanto, Dandim 0432/Basel Letkol Arh Sebmy Setiawan, Pj. Sekda Basel Hefi Nuranda, Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi, Kepada OPD di lingkungan Pemkab Basel serta pegawai ASN dan honorer, Tokoh agama, pemuda, masyarakat, dan pejabat daerah, perbankan, PLN, perusahaan pun hadir memeriahkan doa bersama tersebut.
Bupati Basel, Riza Herdavid, menegaskan bahwa doa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial, akan tetapi sebagai bentuk kepedulian nyata dari pemerintah dan masyarakat terhadap kondisi bangsa yang sedang dilanda berbagai masalah dan tantangan.
“Hari ini, kami di Basel ikut merasakan duka yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di ibu kota Jakarta beberapa hari lalu yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan fasilitas umum. Sebagai anak bangsa, tidak boleh berdiam diri menghadapi kondisi seperti sekarang ini. Melalui doa bersama yang kita gelar bersama unsur Forkopimda dan lintas sektoral kita memohon kekuatan, kesabaran, dan solusi terbaik untuk bangsa Indonesia,” ucapnya.
“Doa adalah menjadi bagian penting dari ikhtiar, di samping usaha nyata yang terus dijalankan oleh pemerintah dan masyarakat kita. Manusia hanya bisa berencana dan berikhtiar, namun keputusan akhir tetap di tangan Allah SWT, Hanya jalur langit yang mampu menggugah hati manusia. Semoga doa bersama ini membawa kedamaian, bukan hanya bagi Basel, tetapi seluruh rakyat Indonesia,” lanjut Riza.
Selain itu, Riza mengingatkan kepada seluruh masyarakat Basel pentingnya sikap bijak dalam menyampaikan aspirasi yang tentunya pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog secara terbuka, baik langsung maupun lewat platform digital.
“Sampaikanlah keluhan, kritik, atau aspirasi langsung kepada saya. Tidak perlu dengan cara yang ramai-ramai, kita berkomitmen untuk menindaklanjuti apa masalah yang disampaikan, baik yang ringan maupun yang memerlukan perencanaan jangka panjang,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa selama menjadi kepala daerah Basel selalu membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui berbagai media sosial dan kanal lainnya tanpa perlu prosedur yang rumit.
“Agar masyarakat bisa dengan mudah menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun kritik secara personal dan cepat. Keluhan ringan akan kami tangani segera, sementara keluhan yang lebih kompleks akan kami catat dan masukkan ke dalam perencanaan penganggaran sehingga setiap aspirasi masyarakat selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” ungkap Riza.
Riza menyebutkan bahwa Forkopimda Basel juga sangat terbuka terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana menyampaikan keluhan dan aspirasi masyarakat khususnya di Basel guna memastikan seluruh rakyat dapat berkomunikasi dengan mudah tanpa harus melalui kerumunan atau jalur formal yang panjang.
“Kami percaya keterbukaan ini tentunya akan mempercepat penyelesaian masalah dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” sebutnya.
Ia mengimbau kepada seluruh kepala desa di Basel untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing. Hindari tindakan-tindakan maupun stepmen yang dapat menimbulkan kerusuhan atau ketidaknyamanan bagi masyarakat.
“Mari bekerja dengan amanah dan penuh tanggung jawab sebagai pelayan rakyat, karena tugas utama kita adalah memberikan pelayanan terbaik dan juga memastikan keharmonisan serta kesejahteraan masyarakat Basel. Jadilah pemimpin yang amanah dan pelayan rakyat yang mampu merangkul semua pihak. Masyarakat butuh ketenangan, bukan kegaduhan,” imbau Riza. (Tcc)
