TOBOALI, CERAPAN.ID – Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit hingga menyentuh angka Rp1.800 per kilogram membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) bergerak cepat.
Bupati Basel, Riza Herdavid secara langsung memerintahkan dinas terkait untuk melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di daerah Basel.
Langkah cepat itu disampaikan Bupati Basel Riza Herdavid, didampingi Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Sekda Basel Hedi Nuranda, Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi, Kapolres Basel, serta Dandim 0432 Basel.
Riza menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat kondisi harga sawit yang terus merosot dan berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat, khususnya para petani sawit di Basel.
“Begitu menerima laporan harga sawit turun drastis, diangka Rp1.800, langsung saya perintahkan dinas terkait untuk koordinasi kepada perusahaan-perusahaan. Ternyata penurunan ini hampir terjadi di seluruh wilayah, bukan hanya di Basel saja,” ucapnya, selasa (02/06/2026)
Ia menjelaskan juga, Pemkab Basel saat ini terus mencari solusi terbaik agar harga sawit kembali stabil. Pemerintah daerah bersama dinas terkait juga telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi guna mencari formulasi kebijakan yang dapat membantu petani.
“Persoalan harga sawit tidak bisa diselesaikan secara instan karena berkaitan dengan regulasi, mekanisme pasar, hingga aturan perdagangan komoditas. Meski demikian, kami memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” jelas Riza.
“Kami berharap ada perubahan bagaimana pun caranya. Ini hak-hak rakyat yang harus kita perjuangkan. Tetapi semua kewenangan ada batasnya, sehingga kami juga mengusulkan berbagai hal kepada pihak-pihak di atas pemerintah daerah,” harapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dilakukan untuk membahas langkah konkret menghadapi anjloknya harga sawit tersebut.
“Saat ini, Pemkab Basel masih menunggu hasil dan tindak lanjut dari pembahasan bersama pemerintah provinsi. Fluktuasi harga komoditas perkebunan memang dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi pasar dan keseimbangan pasokan barang,” sebut Riza.
Namun demikian, Riza mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat agar persoalan ini tidak semakin membebani petani sawit.
“Biasanya barang banyak harga turun, barang sedikit harga naik. Tetapi kami tetap berjuang sampai saat ini. Kemarin juga langsung bergerak, minimal kami sudah mendapat informasi terkait langkah apa saja yang harus dilakukan, dan semuanya sudah dilakukan oleh dinas terkait termasuk Pak Sekda,” ungkap dia.
Ia berharap kondisi harga sawit dapat segera pulih dan kembali stabil seperti sebelumnya, yang disebabkan sektor perkebunan sawit menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di daerah Basel.
“Sehingga kestabilan harga sangat berpengaruh terhadap daya beli dan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (Tcc).
