TOBOALI, CERAPAN.ID – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak di ruang digital, khususnya dalam penggunaan media sosial yang kini semakin masif di kalangan usia muda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Basel Yuri Siswanto menegaskan, perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun juga menyimpan ancaman serius bagi tumbuh kembang anak apabila tidak diawasi dengan baik.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi pengingat bersama bahwa menjaga anak-anak tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Media sosial harus menjadi sarana positif, bukan ancaman bagi masa depan mereka,” kata Yuri, Senin (25/05/2026).
Menurut Yuri, ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat dan edukatif bagi generasi muda.
“Pemerintah pusat saat ini telah menetapkan kebijakan penundaan akses media sosial bagi anak usia 16 tahun ke bawah melalui Peraturan Pemerintah yang dikenal dengan PP Tunas sebagai langkah perlindungan terhadap anak dari dampak negatif dunia digital,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut hadir untuk meminimalisir paparan konten negatif, ancaman kejahatan siber, perundungan digital hingga kecanduan media sosial yang dapat memengaruhi kesehatan mental, perilaku hingga prestasi anak-anak.
“Anak-anak merupakan aset masa depan bangsa. Jangan sampai perkembangan teknologi justru merusak karakter dan masa depan mereka karena kurangnya pengawasan dari lingkungan sekitar,” jelas Yuri.
Yuri juga mengungkapkan, Pemkab Basel saat ini mulai melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempersiapkan implementasi PP Tunas di daerah agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Langkah yang tengah dipersiapkan di antaranya pembentukan tim sosialisasi, pengawasan serta evaluasi pelaksanaan kebijakan, termasuk penjajakan penerapan pilot project di lingkungan sekolah maupun desa dan kelurahan di Basel,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Diskominfo Basel juga mendorong keterlibatan aktif orang tua, tenaga pendidik, aparatur pemerintah serta organisasi masyarakat dalam memberikan edukasi literasi digital kepada anak-anak agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami juga berharap seluruh pihak dapat mendukung langkah ini demi menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat secara digital dan terlindungi dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi,” pungkas Yuri. (Tcc).
