Pemkab Basel Targetkan 46.503 Penerima Program MBG

TOBOALI, CERAPAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) menargetkan sebanyak 46.503 ribu pelajar yang menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan di delapan Kecamatan, di Kabupaten Bangka Selatan nanti.

Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda), Hefi Nuranda dalam rapat koordinasi pemantapan untuk menyambut pelaksanaan dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Ruang Rapat Gunung Namak Pemkab Basel, Selasa (2/9/2025).

Hefi menjelaskan bahwa jumlah penerima program MBG yang dicanangkan Presiden Republik indonesia (RI) Prabowo Subianto tersebut mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA di Basel yang tersebar, di delapan kecamatan, dengan rincian yakni, di Kecamatan Toboali sebanyak 18.793 orang, Kecamatan Air Gegas 8.942 orang.

Baca Juga  Rosman Djohan Institut Kerjasama dengan Negara Taiwan Bagi Pendidikan Ternyata Memilik Dampak Sektor Ekonomi

“Kecamatan Simpang Rimba 5.710 orang, Kecamatan Payung 5.092 orang, Kecamatan Tukak Sadai 3.052 orang, Kecamatan Pulau Besar 2.151 orang, Kecamatan Lepar 1.820 orang, dan Kecamatan Kepulauan Pongok sebanyak 943 orang. Dalam hal ini untuk mendukung kelancaran dari program MBG, Pemkab Basel berencana akan membangun sebanyak 20 dapur yang tersebar di delapan Kecamatan yang ditargetkan,” jelasnya.

“Kecamatan Toboali menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak dengan jumlah tujuh unit. Dapur lainnya juga akan dibangun di Air Gegas sebanyak empat unit, Simpang Rimba tiga unit, Payung dua unit, masing-masing satu dapur di Kecamatan Lepar, Tukak Sadai, Pulau Besar, dan Kecamatan Kepulauan Pongok,” lanjut Hefi.

Selain itu, Hefi mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada tiga lokasi dapur yang sedang dipersiapkan, yakni di wilayah Kecamatan Toboali, Desa Air Gegas, dan Desa Payung.

Baca Juga  HUT ke 75 Polairud, Polda Babel Gelar Doa Bersama hingga Istighosah Untuk Korban Bencana di Sumatera

“Saya tekankan tidak terjadi tumpang tindih pembangunan dapur, dan termasuk seluruh OPD terkait dapat bekerja maksimal untuk menyatukan langkah teknis pelaksanaan MBG di Basel agar dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Menurutnya bahwa program in selain mencukupi kebutuhan gizi anak sekolah, juga diharapkan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan baku dari daerah sendiri.

“Akan tetapi yang terpentingnya kesiapan mitra pelaksana dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang belum sepenuhnya siap. Maka dari itu, persiapan ini harus segera dirampungkan agar tidak menghambat pelaksanaan program. Jangan sampai Pemkab Basel disebut-sebut tidak mendukung program MBG. Karena hingga saat ini SPPG juga belum siap,” terang Hefi.

Baca Juga  Dindikbud Basel Berikan Pemahaman dalam Persiapan PPDB Berbasis Online Tahun Ajaran 2024/2025

Hefi menerangkan bahwa informasi dari BGN, persiapan SPPG dan mitra mandiri ditargetkan rampung pada akhir September 2025. Pemkab Basel yang pastinya akan memantau ketersediaan bahan baku agar tidak terjadi kelangkaan saat program berjalan.

“Pemkab Basel berharap seluruh pihak, terutama BGN dan mitranya agar dapat menyelesaikan seluruh persiapan teknis agar program MBG yang menjadi prioritas nasional ini bisa segera terealisasi di daerah Basel,” tutupnya.

Dalam rapat koordinasi pemantapan untuk pelaksanaan program MBG yang di Ruang Rapat Gunung Namak Pemkab Basel, Selasa (2/9/2025) ini dibuka Pj Sekda Basel dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, staf ahli, kepala OPD, instansi vertikal, camat se-Basel, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Bangka Belitung Nyayu Kurnia Ramadhini beserta tim. (Tcc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *